TopMenu

Senin, Januari 21, 2019

Tuntutan tak Terucap

Lahir dari sebuah keluarga yang sejak pertama kali bisa mengingat, tidak bisa dikatakan sebagai keluarga yang harmonis, bahkan ingatan tentang sosok ayahpun tidak berbekas dalam ingatan.  tapi ada beberapa ingatan samar yang bisa diingatnya yaitu... perseteruan...😢 😢
perseteruan antar keluarga dan bahkan antar anggota keluarga itu sendiri.
Tumbuh dalam keluarga yang seakan penuh dengan tekanan, banyak tuntutan dan sindiran mengenai masa lalu yang bahkan dia sendiri pun tidak memahaminya tapi dipaksa untuk memahami kejadian di masa lalu yang bahkan dia sendiri tidak mengingatnya, tidak mengalami, bahkan tidak terlibat.
sulit untuk menggambarkan keadaan yang dirasakan.
yang dia tau hanya peringatan bahwa keluarga sang ayah tidak baik, sifat sang ayah di masa hidupnya yang tidak baik, bahwa kehidupan sang ibu dulu pun tidak indah, ketidak harmonisan sang ibu dengan keluarga sang ayah dan bahkan kebenaran mengenai hal ini pun sulit untuk dicari kebenarannya.  menyebabkan dia segan, sungkan bahkan takut untuk berhubungan dengan keluarga sang ayah.  Takut jika hal itu dalah benar, takut jika hal itu akan membuat sang ibu kecewa padahal beliau yang merawat dan membesarkannya, takut jika akan mendapatkan perlakuan yang sama buruknya seperti yang diceritakan.... 😢😢 Padahal hal tersebut tidak dia ketahui kebenarannya, dan bahkan dia takut untuk mencari kebenarannya....sampai saat ini.
Dia seolah dituntut untuk selalu mengingat bahwa  sang ibu telah berjuang keras untuknya dan membesarkan anak-anaknya tanpa dukungan dari siapapun. menjadikan dia tumbuh dengan perasaan bahwa dia terlahir hanya sebagai beban ðŸ˜¢ðŸ˜¢
ya,,, perasaan itu membuat dia tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri dan bahkan cenderung minder.  tapi dia pun dituntut untuk menjadi seorang anak yang harus pintar dengan nilai bagus karena selalu dibandingkan dengan prestasi sang ibu dimasa muda dan seolah merasakan mendapatkan tuntutan dengan prestasi yang dia capai merupakan pembuktian keberhasilan sang ibu merawat dan membesarkannya.
waktu terus berlalu dia semakin beranjak dewasa dan berkeluarga tapi hal ini tidak pernah hilang dari ingatan dan bahkan sering kali muncul kembali seolah mengingatkan. Bahwa dia terlahir hanya sebagai beban.... sampai kapan kah ini berlangsung??
Hal ini harus menjadi pengingat agar dia tidak melakukan hal yang sama terhadap anak-anaknya kelak, tidak pernah dan jangan pernah membandingkan apa yang dia alami di masa lalu dengan anak-anaknya kelak, jangan pernah menyampaikan perbandingan itu kepada sang anak karena bisa menjadikan suatu hal yang negatif untuk diingat dan diterima oleh sang anak, dan bahkan mungkin akan menjadi beban seperti yang dia rasakan saat ini.  Ketakuatan melakukan hal yang sama terhadap anak-anaknya terus ada dikepalanya berperang dengan hatinya, akankah dia sanggup melakukannya mencegah jangan sampai hal yang sama berulang, yang akan menjadi tuntutan tak terucap pada anak-anaknya.... ??? tidak jangan sampai itu terjadi... Aamiin...

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar